Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow
  • Slideshow

RUU Pendidikan Tinggi Pro Rakyat

Jakarta --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meyakinkan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) lebih pro rakyat. “Keberpihakan terhadap rakyat itu mencakup tujuan dan substansi,” ujar Menteri Nuh ketika memberikan keterangan pers mengenai hasil rapat koordinasi antar lembaga tentang RUU PT pada Selasa (8/5), di Gedung A Kemdikbud.

Menteri Nuh menegaskan, perluasan aksesibilitas pelayanan pendidikan akan tetap menjadi tujuan utama RUU ini. Tujuan itu akan dicapai dengan memperluas kesempatan bagi peserta didik yang tidak mampu bersekolah. Besarannya 20 persen dari total mahasiswa baru yang bersekolah di jenjang pendidikan tinggi. “Kita perkuat lagi sebesar 20 persen untuk kesempatan adik-adik kita yang tidak mampu bersekolah,” terangnya.

Selain itu, perluasan akses juga dioptimalkan dengan menambah jumlah akademik komunitas di tiap-tiap kabupaten kota. Tiap kabupaten kota, kata Nuh, diupayakan untuk membuka minimal satu akademik komunitas pada jenjang minimal diploma 1 (D1), dan diploma (D2).

Untuk daerah perbatasan, layanan pendidikan terutama perguruan tinggi negeri masih belum mencukupi. Kondisi tersebut menyebabkan para peserta didik lebih memilih bersekolah di negara lain ketimbang Indonesia, yang lokasinya lebih dekat. Karena itu, jumlah perguruan tinggi PTN di daerah perbatasan akan ditingkatkan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pengamanan bagi generasi penerus bangsa yang berada dekat dengan wilayah perbatasan. “Kita tidak ingin anak-anak lari ke negara tetangga karena tidak adanya pendidikan yang memadai,” ujar Menteri Nuh.

Pengadaan perguruan tinggi negeri tidak melulu membangun secara fisik maupun nonfisik di wilayah perbatasan. Implementasinya, perguruan tinggi swasta yang memiliki tujuan, karakteristik yang sama, kualitas, dan sarana prasarana yang memadai dapat dingerikan. (GG)

Sumber: www.kemdiknas.go.id

 

PEMBERITAHUAN PERKULIAHAN SEMESTER GENAP 2011/2012

DAN PELAKSANAAN YUDISIUM 1 SEMESTER GENAP 2011 / 2012

 

Sesuai dengan kalender akademik Unlam Tahun 2011/2012, maka perkuliahan semester genap 2011/2012 berakhir tanggal 2 Juni 2012.  Minggu Tenang tanggal 04 Juni - 09 Juni 2012. Ujian Akhir Semester dilaksanakan tanggal 11 Juni - 23 Juni 2012.  Sehubungan dengan hal tersebut di atas, bagi dosen yang belum melaksanakan Ujian Tengah Semester segera melaksanakan dan jika jumlah pertemuannya kurang dari 80 % segera melakukan penambahan.

Pelaksanaan Yudisium 1 Semester Genap 2011/2012 dilaksanakan tanggal 26 Mei 2012 dan Wisuda Sarjana dilaksanakan tanggal 22 September 2012.  Ketua Program Studi kami minta mendata dan memproses mahasiswa/i yang akan mengikuti yudisium.  Berkas mahasiswa/i sudah dimasukkan ke Sub Bagian Pendidikan FKIP Unlam paling lambat 8 Mei 2012.

Demikian diberitahukan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.


Dekan,

ttd

Drs.H.Ahmad Sofyan, MA

 

Calon Guru Akan Jalani Pendidikan Profesi Sejak Semester Awal

Jakarta --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memperbarui sistem perekrutan calon guru mulai tahun ajaran baru 2012. “Calon guru akan menjalani pendidikan profesi sejak semester awal masa perkuliahan,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, seusai menjadi narasumber pada seminar pendidikan, di Hotel Santika, Jakarta Senin (23/04).

 

Menteri Nuh menjelaskan, , siswa-siswa yang dinyatakan lulus saat mendaftar ke Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), akan disaring kembali dengan mempertimbangkan empat syarat kompetensi calon guru, yaitu profesional, pedagogi, kepribadian, dan sosial. “Begitu lulus, langsung diasramakan,” ucapnya.

 

Setiap LPTK akan mengasramakan 200-300 orang calon guru, selama empat tahun masa kuliah. Mereka mendapat beasiswa. "Semacam ikatan dinas,” tuturnya. Para calon guru tersebut benar-benar akan disiapkan menjadi guru profesional, dan di akhir masa pendidikannya akan mendapat sertifikat. “Ke depan, guru yang akan direkrut harus punya sertifikat itu,”  ujar Menteri Nuh.

 

Sistem baru ini merupakan perbaikan terhadap sistem perekrutan, yang selama ini belum mengukur kompetensi calon guru. Dari hasil uji kompetensi awal (UKA) yang dilakukan pada Februari lalu, diketahui bahwa rata-rata nasional kompetensi guru masih rendah yakni 42,25. “Kalau tidak dibongkar sistem ini, kita tidak akan bisa memperbaiki kualitas (sumber daya manusia),” ujar Mendikbud.

 

Lantaran sistem ini baru dimulai tahun ini, maka guru yang telah dididik baru bisa diterjunkan ke lapangan empat sampai lima tahun mendatang. Guna mengisi kekosongan guru karena banyak guru yang pensiun hingga 2015, Kemdikbud akan mendidik mahasiswa keguruan semester lima sampai delapan. “Mereka akan didramakan. Jadi tidak perlu menunggu 4-5 tahun lagi,” tuturnya. (AR)

Sumber : www.kemdiknas.go.id

 
«MulaiSebelumnya141142143144145146147148149BerikutnyaAkhir»

Jajak Pendapat

Bagaimana Pendapat Anda tentang Sarana, Prasarana dan Layanan Kampus FKIP Unlam
 

Statistik

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini76
mod_vvisit_counterKemarin241
mod_vvisit_counterMinggu Ini76
mod_vvisit_counterBulan Ini9093
mod_vvisit_counterSemua Pengunjung1092655